Hati yang selalu dipotong…

Sahabat..pernahkah kita mendengar sebuah hadist seperti ini :

“Ketahuilah bahwa dalam diri ini terdapat segumpal daging, jika dia baik maka baiklah seluruh tubuh ini dan jika dia buruk, maka buruklah seluruh tubuh; ketahuilah bahwa dia adalah hati”

Sebuah hadist yang selalu disebut-sebut oleh penceramah, ustad, da’i, tapi tahukah kita bahwa sesungguhnya isi Hadist tersebut secara lengkap adalah :

Dari Abu Abdillah Nu’man bin Basyir radhiallahu’anhu, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

“Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas. Di antara keduanya terdapat perkara-perkara yang syubhat (samar-samar) yang tidak diketahui oleh orang banyak. Maka siapa yang takut terhadap syubhat berarti dia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya. Dan siapa yang terjerumus dalam perkara syubhat, maka akan terjerumus dalam perkara yang diharamkan. Sebagaimana penggembala yang menggembalakan hewan gembalaannya disekitar (ladang) yang dilarang untuk memasukinya, maka lambat laun dia akan memasukinya. Ketahuilah bahwa setiap raja memiliki larangan dan larangan Allah adalah apa yang Dia haramkan. Ketahuilah bahwa dalam diri ini terdapat segumpal daging, jika dia baik maka baiklah seluruh tubuh ini dan jika dia buruk, maka buruklah seluruh tubuh; ketahuilah bahwa dia adalah hati “.

(Riwayat Bukhari dan Muslim)

Hari ini dengan beragam profesi yang kita tekuni, beraneka pekerjaan yang kita lakoni tanpa kita sadar kadang kita berada pada wilayah haram, syubhat dan halal..tapi dengan sedemikian jelasnya kata-kata yang keluar dari lisan mulia Rasulullah ini..tidak ingin kah kita menjadi Penyelamat Agama dan kehormatannya dengan menjadi takut dan tidak melakukan yang syubhat apalagi yang haram?
Apakah kehidupan dunia demikian mempesona sehingga wajah lugu Sang anak dirumah tidak menggugahmu…??saat anda pulang dari kepenatan mencari nafkah dan Sang Anak berkata…Ayah pulang…Ibu pulang…bawa kue ga yah..bu??? aah andaikan kita lebih mencoba mendalaminya…mungkin dari lubuk hatinya yang paling dalam Sang Anak berkata..duhai Ayah dan Ibu..Kue dan makanan yang dibawa ini benar-benar dari uang halal dan diridhoi Allah kan?Uang sekolah, jajanan dan uang untuk kita berlibur benar-benar halal kan?ahhh..bahagianya aku ayah dan ibu…:)
Sementara buat yang belum memiliki anak…tidakkah kita ingin setiap doa dan permohonan kita di ijabah Allah?dengan selalu berusaha mencari dan hanya memakan rezeki yang halal?agar setiap doa untuk kehadiran sang Zurriat itu di makbulkan? Tidakkah kita ingin saat kita membantu biaya haji orang tua kita dan mereka berhaji dengan uang yang halal?
Apakah kita tidak takut dengan perkataan kisah dibawah ini ?

Dalam kitab Shahih Muslim disebutkan sebuah hadits dari Rasulullah yang menuturkan tentang seseorang yang menempuh perjalanan jauh dalam ibadah. Tubuhnya lesu dan rambutnya kusut. Seharusnya kondisi safar dan terdesak (mudhthar) ini semestinya membuat Allah akan mengijabah doanya.

Pria ini hampir putus asa dalam melanjutkan perjalanan. Ia menengadahkan kedua tangannya ke arah langit seraya meminta kepada Allah Yang Maha Kaya. Ia memanggil Allah dengan ucapannya, “Ya Rabbi…., Ya Rabbi!” Namun sayang Allah Swt tidak berkenan untuk mengijabah doanya.

Apakah yang membuat Allah Swt tidak berkenan mengijabah doanya, bukankah Allah Swt berjanji untuk mengabulkan setiap doa hambaNya? Ternyata hal yang membuat Allah tidak berkenan mengijabah doa adalah karena orang ini senantiasa makan dan minum dari harta yang haram.

Pakaian yang ia gunakan dibeli dari uang haram. Dan dari kecil ia selalu diberi makan oleh orang tua dari hasil nafkah haram.Kemudian hadits itu diakhiri dengan sebuah kalimat tanya dari Rasulullah Saw yang berbunyi, “Bila demikian kondisinya, lalu bagaimana doanya bisa dikabulkan?”

 

Sahabat..masih ada waktu..sebelum waktu itu tiba..mari kita saling mengingatkan dan berikhtiar agar tidak menjadi orang-orang seperti yang diriwayatkan diatas…Agar kita menjadi orang-orang terbaik yang Allah firmankan dalam Al-Quran

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. … (Ali Imran : 110)

dan agar tidak menjadi umat yang akan digantikan Allah..dengan umat yang lebih baik…Sahabat insyaAllah waktu masih panjang…jangan menyerah untuk berbuat kebaikan..mulai hari ini dan mulai dari diri sendiri…Semoga Allah selalu memberkahi kita…

Sahabat kenapa tulisan ini saya beri judul ‘Hati yang selalu dipotong”?? Itu hanya fenomena bagi saya..melihat Hadist tentang Hati yang selalu disampaikan sepotong…sehingga kehilangan makna sesungguhnya…

Wallahu a’lam bishshawab

Tinggalkan komentar

error: Ga bisa klik kanan laah, hiks