Saatnya memilih

Dunia dengan segala kemajuannya sekarang memang menuntut kita agar selalu cepat dan tepat dalam melakukan segala hal. Terlebih lagi dengan adanya kemudahan seperti internet dan teknologi lain yang menyertainya.  Namun tentunya segala yang cepat dan tepat itu membutuhkan effort (upaya) yang cukup juga. Cukup disini maksudnya cukup benar, cukup bijak dan cukup tepat. Karena belakangan fenomena teknologi ini mulai menyentuh ranah kehidupan sosial.

Beraneka ragam masalah saat ini dapat kita lihat muncul dari sisi buruk pemanfaatan teknologi. Dari remaja belia yang dihamili dan dibawa kabur, pencemaran nama baik, akses ke media-media pornografi, penghinaan, isu SARA dan lainnya. Itu hanya sekelumit kisah yang rata-rata berakhir dengan jalan yang tentunya tidak baik bahkan ke pemenjaraan atau ke ranah hukum.

Dari pengamatan saya selama akrab dengan media sosial di internet, mulai dari milis, forum, hingga media sosial seperti Facebook dan Twitter, perilaku masyarakat pengguna internet (Netizen) ini sangat beraneka rupa, namun secara tidak disadari saat ini kita bisa lebih mengenali pribadi dan kehidupan orang dari media-media ini. Sebut saja kita bisa tahu kapan tanggal lahir, apa saja agenda yang akan dilakukan seseorang, bahkan teman dan musuhnya pun saat ini bisa kita ketahui (selagi yang bersangkutan merekam semuanya) dalam media-media ini.

Tidak ada yang salah sebenarnya dari pemanfaatan teknologi ini, namun saat ini belajar bijak untuk tidak serampangan menulis atau merekam hal-hal yang tidak selayaknya menjadi konsumsi publik adalah hal yang tepat (IMHO). Karena kalau saja Pers bisa menjudge seseorang lewat tulisannya, maka netizen pun dapat menjudge pribadi bahkan level professionalitas seseorang lewat media-media sosial. Karenanya berikan informasi yang benar-benar dirasakan perlu di media sosial. Misalkan tidak memberikan alamat lengkap anda, nomor kontak (pengecualian untuk yang berbisnis di internet) dan segala info rahasia lainnya.

Adalah salah satu hal yang sangat menggelitik saat ini, dimedia sosial buatan luar ini, tersedia aplikasi-aplikasi unik, dari games, pengetes skill sampai ke ramalan bintang. Untuk kita yang beragama Islam ada baiknya menghindari aplikasi-aplikasi seperti ini, terutama hal yang berbau mistis atau tidak berbau..Lo kok tidak berbau? saya ingat kata-kata dari lisan mulia Rasulullah SAW, yang kira-kira redaksionalnya adalah “sirik itu sangat halus bahkan lebih halus dari langkah semut“…nah lo…karena saya mengamati sekali saja kita mengklik atau mengizinkan aplikasi ini untuk diakses dari Wall kita (media Facebook) maka aplikasi ini akan mengotomatisasikan dirinya tanpa kita tahu. Sangat aneh menurut saya, Usernya agamis tapi isi wallnya tanpa dia sadari sudah otomatis berisikan hal-hal aneh bin ajaib.

Sejatinya media-media sosial, internet dan segala teknologi yang ada mendewasakan kita, ada banyak lagi sisi positif dari internet yang bisa kita pelajari dan implementasikan dalam kehidupan kita. Syukur-syukur kalau malah mendatangkan uang dan peluang bisnis, jadi keseharian kita tidak dihabiskan dengan hal-hal yang menghabiskan waktu, memboroskan energi dan biaya serta kesehatan.

Pemanfaatan teknonogi akan sangat berarti jika kita berupaya untuk bijak memilah teknologi, media dan teman yang benar dalam keseharian di dunia maya, tidak salah memilih Facebook, anda dapat menulis di wall anda, namun lebih baik lagi tulisan itu anda tulis di Blog Pribadi yang gratisan misalnya (siapa tau akun Facebook anda dibajak karena chip..:P ). Atau dengan banyaknya ragam media sosial anda bisa mulai melirik Twitter ? Si Burung Biru Micro Blog? disini lebih menarik, karena hanya 140 karakter maka tantanganya akan semakin besar, mampukah anda dengan keterbatasan itu menulis atau menyampaikan sesuatu yang berguna buat orang lain atau diri sendiri? Dan untuk anda ketahui kebanyakan orang professional dan tokoh berkumpul disini, pesan moralnya jika ingin menjadi lebih baik tentu kita harus mencari lingkungan yang baik dahulu. :)

Waktu yang kita habiskan di dunia maya semoga bisa menjadikan kita bermakna, apakah bagi pengembangan diri, karir atau pendapatan kita. Sekarang saatnya lebih berhati-hati dan bijak dalam bersikap, berkata-kata dan memilih media di dunia maya. Jangan sampai bukan ilmu dan pendapatan yang didapat malah mendapat kesakitan dan musuh. Jadi sekarang saatnya memilih..

Tinggalkan komentar

error: Ga bisa klik kanan laah, hiks