Gaji Terusan

Gaji Terusan adalah gaji yang dibayarkan kepada ahli waris dari pegawai yang meninggal dunia sebesar gaji terakhir selama empat bulan berturut-turut.

Dasar Hukum

  • Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 1980 tentang Pemberian Tunjangan Tambahan Penghasilan bagi Pensiunan Janda/Duda Pegawai Negeri Sipil.
  • Surat Edaran Bersama Kepala Badan Administrasi Kepegawaian Negara dan Dirjen Anggaran Nomor 07/SE/1981 dan SE-1.9/DJA/1.0.5/81 (SE/102/81) tentang Pelaksanaan Pemberian Pensiun Janda/Duda/Anak Pegawai Negeri Sipil dan Pejabat Negara
  • Surat Edaran Dirjen Anggaran Nomor SE-2.9/DJA/VII.4/7/81 tanggal 9 Juli 1981 (nomor SE/133/81) tentang Pemberian Gaji Terusan
  • Surat Edaran Dirjen Anggaran Nomor SE-90/A/1989 tanggal 26 Juli 1989
  • Surat Dirjen Anggaran Nomor S-1263/A.7/1985 tanggal 14 Maret 1985

Ketentuan

Ketentuan-ketentuan yang menyangkut pembayaran gaji terusan adalah sebagai berikut:

  • Gaji terusan dibayarkan setiap tanggal 1 bulan berkenaan atau tanggal berikutnya apabila tanggal 1 adalah hari libur dan diajukan bersamaan dengan gaji induk.
  • Gaji terusan dibayarkan pada bulan berikutnya sejak suami/isteri dari janda/duda tersebut meninggal dunia.
  • Permintaan gaji terusan disusun dalam suatu daftar tersendiri/terpisah dari gaji induk, yang berisi pegawai yang berhak atas pembayaran gaji terusan pada satuan kerja, dengan tambahan penjelasan:
    • Pada baris nama pegawai yang dimintakan gaji terusan diberi catatan “Meninggal dunia tanggal…….”.
    • Dalam lajur tanda tangan supaya dicantumkan nama lengkap ahli waris yang menerima terusan penghasilan.
  • Gaji terusan tidak dikenai potongan Iuran Wajib Pegawai 10%, tetapi dikenai Iuran Wajib Asuransi Kesehatan sebesar 2%.
  • Terusan penghasilan belanja pegawai tidak dibayarkan apabila tidak ada keluarga pegawai yang berhak memperoleh pensiun janda/duda/ahli waris, kecuali apabila pegawai yang bersangkutan tewas.
  • Pembayaran gaji terusan harus dihentikan pada bulan kelima baik surat keputusan pensiun janda/duda telah atau belum diterima;
  • Apabila terdapat keterlanjuran pemotongan iuran wajib pegawai sebesar 10%, maka terhadap kelebihan potongan sebesar 8% harus dikembalikan kepada janda/duda yang bersangkutan oleh PT Taspen (Persero). Kelebihan potongan iuran wajib harus dicantumkan dalam SKPP Pensiun.

4 pemikiran pada “Gaji Terusan”

  1. sy mau tanya seorang pns yg belum pernah menikah sama sekali tiba tiba meninggal dunia apa berhak mendapat gaji terusan,atau tidak.tolong di jelaskan serta aturangx dan apakah berhak mendapatkan taspen terimakasih mhon penjelasanx……..

    • pns yang belum pernah menikah berhak mendapat gaji terusan bapak, soal mendapat taspen atau tidak silakan bapak menghubungi kantor taspen terdekat, atau melalui website PT. Taspen di alamat http://www.taspen.com,

      atau link berikut ini mungkin bisa membantu bapak, terima kasih

  2. Loh kok dapat gaji terusan?, gaji terusan adalah gaji yang diberikan sebagai uang tunggu selama proses penerbitkan SK Pensiun, karena ybs tdk mendapat pensiun maka ybs tidak lagi mendapatkan gaji terusan, begitu juga dengan pensiun, ybs hanya berhak THT dari taspen yang diterima sekaligus (1 kali).

Tinggalkan komentar

Langganan Artikel dari Kami

Anda akan